Posted At: Nov 04, 2025 - 267 Views

Siborongborong, 3 November 2025 – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melakukan visitasi serta rangkaian penilaian ke Desa Hutabulu, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, yang berhasil masuk enam besar nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025. Desa Hutabulu menjadi satu-satunya wakil dari Pulau Sumatera yang lolos ke tahap akhir perlombaan bergengsi tersebut.
Kegiatan visitasi ini dihadiri oleh tim penilai dari Kementerian Pariwisata yang terdiri atas tokoh-tokoh nasional di bidang pariwisata, yaitu Sugeng Handoko, praktisi dan penggerak Desa Wisata Nglanggeran; Agus Wiyono, Ketua Forum Ekowisata Jawa Timur; serta Mieke Ritonga, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara.
Kehadiran tim ini disambut antusias oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bersama unsur Pokdarwis Desa Hutabulu dan Camat Siborongborong.
Kepala Dinas Pariwisata, Sasma, menyampaikan bahwa Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson JTP Hutabarat, memberikan perhatian dan motivasi penuh terhadap persiapan Desa Hutabulu agar mampu meraih prestasi terbaik di ajang WIA 2025.
“Bupati sangat antusias dan terus memberikan dorongan agar Agrowisata Holbung Bagas, yang menjadi andalan Desa Hutabulu, bisa menjadi juara. Beliau berharap prestasi ini menjadi kebanggaan baru bagi Tapanuli Utara,” ujar Sasma.
Lebih lanjut, Sasma menambahkan bahwa pihaknya bersama Pokdarwis terus memoles berbagai potensi wisata yang dimiliki desa tersebut. Desa Hutabulu kini memiliki paket wisata terpadu yang menggabungkan keindahan alam, edukasi, hingga kuliner lokal.
“Kami sudah mengemas paket wisata yang tidak hanya menjual panorama alam, tetapi juga pengalaman edukatif. Wisatawan bisa memanen hasil tanaman sendiri dan belajar mengolah pupuk organik dari limbah pertanian. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” jelasnya.
Selain wisata edukatif, masyarakat Desa Hutabulu juga mulai mengembangkan berbagai produk ekonomi kreatif seperti keripik pisang, jagung, selai nanas, hingga olahan singkong. Tradisi lokal pun tetap dijaga, termasuk budaya santai khas masyarakat yang dikenal dengan istilah ‘Sikomatu’ – Siang Kopi Malam Tuak, yang mencerminkan kehangatan dan keramahtamahan warga setempat.
“Kami berharap Desa Hutabulu melalui Agrowisata Holbung Bagas dapat mengikuti jejak sukses Desa Sibandang yang sebelumnya menoreh prestasi di ajang Desa Sadar Wisata Awards. Taput siap kembali harum di kancah nasional,” pungkas Sasma.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata, Desa Hutabulu kini menjadi simbol kebanggaan baru Sumatera Utara dalam pengembangan desa wisata berbasis alam dan budaya.
