Pemilihan Putra Putri Bonapasogit 2024 di buka!!

Selengkapnya
Gereja Dame HKBP Nomensen, Hutatoruan I, Tarutung

Posted At: Mar 05, 2025 - 1,274 Views

Gereja Dame HKBP Nomensen

Gereja Dame HKBP Nomensen

Nama Objek

:

Geredja Dame HKBP Nomensen

Nomor Registrasi

:

 

Lokasi

      Alamat

:

Sutan Sumurung

Desa/Kelurahan

:

Hutatoruan I (Satu)

Kecamatan

:

Tarutung

Kabupaten/Kota

:

Tapanuli Utara

Provinsi

:

Sumatera Utara

Bentuk/Bahan/Ukuran

Bentuk ODCB

:

Bangunan

Bahan

:

Papan

Panjang

:

23 m

Diameter

:

 

Lebar

:

12,50 m

Tebal

:

2,5 cm

Tinggi

:

Dinding samping 3 m

Menara 8 m

Luas Lahan

:

85, 5 m

Luas Bangunan

:

37,20 m

Luas Kawasan

:

1.436, 95 m

Batas Situs

     Utara

:

Rumah Penduduk

     Timur

:

Rumah Penduduk

     Selatan

:

Rumah Penduduk

     Barat

:

Sawah

Pemilik

:

HKBP

Pengelola

:

HKBP

Latar Belakang Sejarah

:

Geredja Dame merupakan gereja pertama yang dibangun oleh I.L Nomensen pada tahun 1964. Ingwer Ludwig Nomensen disingkat I.L Nomensen adalah seorang Misionaris Lutheran asal Jerman yang diutus ke Tapanuli Utara.

Deskripsi

:

24 Desember 1861 DR. I.L. Nommensen melakukan pelayaran dengan kapal “Pertinax” dari Belanda ke Sumatera dan tiba di Padang, Sumatera Barat pada 16 Mei 1862.

Pada 07 November 1863 Beliau memulai misi pelayanannya ke Rura Silindung melalui bukit Si Atas Barita (tempat Salib Kasih berdiri sekarang). Dia mengarahkan pandangannya ke lembah Silindung dan Beliau bersujud sembari berdoa : “Tuhan, hidup atau mati biarkanlah saya bersama bangsa yang telah Engkau tebus ini untuk memberitakan FirmanMu dan KerajaanMu, Amin”. Setelah itu Beliau turun dari bukit si Atas Barita dan tinggal di Onan Sitahuru. Beliau tinggal di Sopo Raja Ompu Tunggul (Keturunan Ompu Sumuntul). Namun ada warga setempat tidak menerima visi dan misi yang dibawa DR. I.L. Nommensen sehingga dibuat tidak nyaman selama tinggal di Onan Sitahuru dan disuruh untuk meninggalkan sopo. Namun DR. I.L. Nommensen mampu menyembuhkan penyakit istri Raja Amandari (keturunan Ompu Sumurung) sehingga diterima baik di Huta Nabolon (Huta Gereja - Dame Saitnihuta sekarang) dan dapat melanjutkan misi pelayanannya keseluruh Bangsa Batak.

Pada 20 Mei 1864 dimulailah pembangunan perkampungan Nommensen di Lumban Rihitrihit (Nommensen memberi nama “Huta Dame” dan masih dinamai seperti itu sampai sekarang). Beliau mendirikan gereja, sekolah Sending, Balai kesehatan, dan rumah tinggal Nommensen, mengajari orang-orang Batak supaya pintar mengatur waktu, mendapatkan pengetahuan dan pendidikan, memahami kesehatan dan hidup beribadah. Tanggal 25 Mei 1864 dihadapan raja-raja diadakanlah perjamuan Parbulanon “Ikrar” Raja Amandari secara terbuka membuat perjanjian “sehidup semati” dengan Nommensen.

Pada 29 Mei 1864 diadakanlah ibadah pertama di Rura Silindung tepatnya di Lumban Rihitrihit, tanggal inilah ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Gereja Dame, gereja pertama yang didirikan DR. I.L. Nommensen.

Karena Gereja Dame tidak memadai lagi maka tahun 1886 dibangunlah gereja di Huta Nabolon, tempat awal DR. I.L. Nommensen tinggal dilingkungan kerajaan Raja Amandari (depan gereja yang berdiri sekarang ini).

Pertambahan jemaat yang signifikan pada saat itu, maka dengan kemurahan hati Pomparan Ompu Sanggam (keturunan Raja Amandari yang sekaligus Raja Huta atau kepala Kampung pada saat itu) dan Raja Samuel Lumbantobing, mereka menghibahkan tanah untuk pendirian bangunan gereja Dame yang ketiga. Pada 13 Maret 1933 dilakukanlah peletakan batu pertama pembangunan Gereja Dame ketiga. Dimasuki dan diresmikan pada 31 Desember 1933.

Dari Gereja Dame inilah tersebar Geraja HKBP sampai ke ujung bumi.

 

 

Sumber data/Narasumber

          Nama informan

:

Pdt. Seventriani Simanjuntak, S.Th

          Alamat

:

Huta Gareja, Desa Hutatoruan I

          Pekerjaan

:

Pendeta

          Nomor Telp/HP

:

08139232109

Picture10
Picture9
Picture8
Picture7-1

Your Cart