Posted At: Nov 17, 2025 - 217 Views

Paradigma Baru, Pundi-Pundi Baru: Kebangkitan Pariwisata Tapanuli Utara
Sektor pariwisata terus didorong menjadi motor penggerak pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., pemerintah daerah menempatkan pembangunan pariwisata sebagai salah satu prioritas strategis, mencakup peningkatan infrastruktur hingga pengembangan potensi dan promosi destinasi unggulan.
Salah satu bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Taput adalah pengajuan proposal revitalisasi dua ikon wisata, yakni Menara Pandang dan Salib Kasih, kepada Kementerian PUPR. Saat ini, penyusunan master plan dan Detail Engineering Design (DED) sedang berlangsung, dan revitalisasi kawasan Salib Kasih ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2026.

Sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan Salib Kasih, Kementerian PUPR telah menetapkan pembagian zona, meliputi kawasan rekreatif di Menara Pandang, ruang penerimaan tamu, area peribadahan, hingga jalur akses dalam kawasan. Untuk memulai penataan tersebut, pemerintah pusat menjadwalkan pembangunan jalan menuju kawasan Salib Kasih sepanjang 3,5 kilometer pada tahun 2025, dengan anggaran sekitar Rp27 miliar dari APBN.
Kepala Dinas Pariwisata Taput, Sasma Hamonangan Situmorang, S.STP., M.Si., dalam keterangan resminya pada Senin (3/10/2025), menjelaskan berbagai langkah konkret yang sedang dijalankan untuk memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Dengan berlanjutnya proses revalidasi Toba Caldera UGGp oleh UNESCO, posisi Geosite Hutaginjang semakin kuat sebagai destinasi wisata geologi bertaraf internasional,” ujar Sasma.
Dukungan terhadap pengembangan geosite tersebut juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dalam kunjungannya ke Taput beberapa waktu lalu, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong destinasi berbasis geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity di kawasan Danau Toba.
“Kami sepenuhnya mendukung pengembangan geosite Danau Toba yang berakar pada kekayaan geologi, hayati, dan budaya,” kata sang Menteri.
Selain dua destinasi prioritas itu, Pemkab Taput juga memberi perhatian pada potensi wisata berbasis masyarakat, seperti Air Panas Sipoholon, Kristiani Center, dan Air Soda Tarutung. Berbagai kegiatan promosi daerah terus digencarkan melalui agenda-agenda kreatif seperti Festival Kuliner, Fun Run, Festival Ulos, serta Fashion Show Ulos yang bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk sektor perbankan.
Memperingati Hari Ulos Nasional, Dinas Pariwisata bersama Dekranasda Taput turut menyelenggarakan Festival Ulos dan peragaan busana ulos. Ketua Dekranasda Taput, Neny Angelina Purba, menyampaikan kebanggaannya terhadap peran generasi muda yang terus membina kelompok penenun tradisional sehingga kesejahteraan dan warisan budaya dapat terjaga.
“Kita harus bangga mengenakan ulos hasil tenun gedogan, bukan produk mesin. Ini adalah karya leluhur yang tidak semua daerah di Sumatera Utara miliki,” tegas Neny.
Sasma juga menyoroti pentingnya mempromosikan Taput sebagai titik nol persebaran agama Kristen di Pulau Sumatera sebagai upaya memperkuat wisata spiritual. Ia berharap masyarakat perantau ikut mendukung melalui promosi dan investasi pariwisata.
“Peran anak rantau sangat kami harapkan. Potensi wisata Taput besar, tetapi investasi yang masuk masih perlu ditingkatkan,” ungkapnya.
Walau belum merinci target jumlah kunjungan wisatawan, Sasma tetap optimistis bahwa berbagai pembenahan yang dilakukan akan memberi dampak signifikan dan mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Tapanuli Utara dalam beberapa tahun ke depan.
